Anggota Kelompok 4 :
- Abid Taqiyudin (01)
- Christian Yusuf Alfred (08)
Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:
- Menghubungkan kabel fiber optik
- Memperpanjang jalur transmisi
- Memperbaiki kabel fiber yang putus
- Menjaga kualitas sinyal optik
- Mengurangi redaman dan refleksi
Splicing bekerja dengan prinsip:
a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:
- Cahaya tetap merambat lurus
- Pantulan (reflection) minimal
- Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)
Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.
Ciri-ciri:
- Menggunakan Fusion Splicer
- Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
- Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
- Sambungan kuat dan tahan lama
Digunakan untuk:
- Backbone FO
- Jaringan ISP
- Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)
Metode penyambungan tanpa peleburan.
Ciri-ciri:
- Menggunakan alat mekanik dan gel optik
- Lebih cepat dan murah
- Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
Digunakan untuk:
- Perbaikan darurat
- Instalasi sementara
- Latihan/praktikum
Beberapa komponen penting dalam proses splicing:
- Core : inti penghantar cahaya
- Cladding : pembungkus core
- Coating : pelindung fiber
- Fusion Splicer
- Fiber Cleaver
- Stripper Fiber
- Splice Protector (Sleeve)
A. Insertion Loss
Kehilangan daya akibat sambungan.
- Standar baik: ≤ 0,1 dB
- Semakin kecil, semakin baik
B. Return Loss
Pantulan cahaya ke arah sumber.
- Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil
a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi
Splicing sangat penting karena:
- Menentukan keandalan jaringan
- Mempengaruhi jarak transmisi
- Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
- Mengurangi gangguan dan error sinyal
- Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
- Jaringan Metro Ethernet
- Backbone antar gedung/kota
- Sistem komunikasi data dan internet
1.Persiapkan alat alat yang di butuhkan saat praktek
II. Langkah langkah
1.Potong kabel fiber optic dengan Cable Cutter
Misalnya kita punya Network: 192.168.10.0/25 dan kebutuhan:
Subnet A = 60 host
Subnet B = 24 host
Subnet C = 12 host
Subnet D = 5 host
Buat solusinya dengan VLSM dengan menggunakan Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM
Solusi dengan VLSM:
# Subnet A (60 host) --> butuh /26 (64 alamat, 62 host) --> 192.168.10.0/26
# Subnet B (24 host) --> butuh /27 (32 alamat, 30 host) --> 192.168.10.0/27
# Subnet C (12 host) --> butuh /28 (16 alamat, 14 host) --> 192.168.10.0/28
# Subnet D ( 5 host) --> butuh /29 (8 alamat, 6 host) --> 192.168.10

Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lainnya dengan kecepatan sangat tinggi.
Cara kerja fiber optik salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan penyusunnya untuk memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi.
Dari cermin inilah data bakal ditransmisikan lebih cepat pada jarak yang tak terbatas.
Sementara, fiber optik sendiri merupakan kabel yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi cahaya kemudian mengalirkannya dari satu titik ke titik berikutnya.
Fiber optik kerap digunakan untuk jaringan internet karena mensuport proses transmisi dengan sangat cepat.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fiber optik memiliki sistem kerja yang berbeda dari kabel biasanya.
Jika kebanyakan kabel menggunakan aliran listrik untuk mentransmisikan data maka, fiber optik memakai aliran cahaya.
Aliran cahaya inilah yang kemudian dikonversikan agar tak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik.
Fiber optik umumnya memanfaatkan serat kaca sebagai bahan pembuatnya.
Serat kaca akan memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi dari cermin yang kemudian akan meneruskan data.
Pantulan cahaya itu diperoleh melalui cahaya yang menjalari serat kaca pada sudut yang rendah.
Cara kerja fiber optik juga dipengaruhi oleh efisiensi pantulan cahaya yang disajikan oleh kemurnian bahan penyusunnya.
Semakin murni bahan cermin yang digunakan maka penyerapan cahaya akan semakin sedikit oleh fiber optik.
Minimnya penyerapan tersebut justru akan menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi.
Setelah mengetahui prinsip kerja fiber optik, Anda juga perlu memahami kelebihan hingga kekurangan pada alat tersebut.
Kelebihan fiber optik ialah memiliki kecepatan transmisi yang tinggi berkapasitas 1GB/detik. Sistem mampu mentransmisikan data jarak jauh tanpa adanya sinyal.
Bahan terbuat dari kaca dan plastik sehingga tahan karat. Selain itu ukuran kabel juga kecil sehingga fleksibel.
Kabel ini mampu memanfaatkan gelombang cahaya agar tidak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik seperti gelombang radio.
Diketahui fiber optik tidak mengandung aliran listrik. Oleh karenanya kabel ini dapat mencegah kebakaran akibat korsleting.
Kabel ini juga memiliki keamanan tinggi karena dinilai minim distorsi.
Salah satu kelemahan kabel ini ialah biaya instalasi dan perawatan dianggap lebih mahal dari jenis kabel biasanya.
Fiber optik memerlukan sumber cahaya yang kuat dan harus dipasang pada jalur berbelok demi memaksimalkan kecepatan maupun kelancaran transmisi cahaya.
Demikianlah ulasan terkait Cara kerja fiber optik yang dapat Anda ketahui. Semoga informasi ini bisa membantu Anda.
Pertama, kita harus memilih apakah harus menggunakan serat optik mode tunggal atau multi-mode sesuai dengan aplikasi dan spesifikasi jaringan.
Jaket kabel serat optik menambah kekuatan pada anggota serat yang tertutup di dalamnya. Ada berbagai jenis jaket kabel serat optik berdasarkan bahan konstruksinya. Berikut ini adalah beberapa yang populer.
Jaket serat optik tersedia dalam berbagai warna, dan ini membantu Anda memahami jenis kabel yang mungkin Anda gunakan. Anda juga dapat memeriksa nomenklatur yang dicetak untuk lebih jelasnya. Misalnya kabel mode tunggal untuk aplikasi non-militer dan militer berwarna kuning dan memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM/NZDS, dan SM. Kabel multimode 100/140 untuk aplikasi non-militer berwarna oranye dan hijau untuk aplikasi militer dan mungkin memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM, dan SM/NZDS.
Setelah kita menentukan jenis serat optik, kita perlu mengetahui berapa banyak serat yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan. Hal ini sangat bergantung pada skala FTTX dan ODN (jaringan distribusi optik) dan bagian mana dari kabel serat optik yang digunakan.
Aplikasi Jaringan LAN:
Jaringan Data Center:
Untuk Jaringan FTTx:
Jaringan CATV:
Jaringan Transportasi:
Konektor kabel fiber optik merupakan komponen penting yang menghubungkan kabel fiber optik dan memungkinkan transmisi data. Memilih konektor yang tepat sangat penting untuk memastikan koneksi yang andal dan bebas gangguan. Berikut beberapa tips untuk membantu untuk dapat memilih konektor kabel fiber optik :
PT Mitra Kabel Indonesia (MKI Group) didirikan pada tahun 2002 dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan layanan telekomunikasi, khususnya dalam hal:
Anggota Kelompok 4 : Abid Taqiyudin (01) Christian Yusuf Alfred (08) Alat dan Bahan Splicing Kabel FO (Fiber Optik) Alat : ...