T801 Abid Taqiyudin
Selasa, 24 Februari 2026
Wifi
Microtik
Mikrotik adalah sebuah sistem operasi perangkat lunak yang berguna untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan yang handal, dengan menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan. Sistem operasi ini dapat memberi kelancaran kegiatan administrasi jaringan komputer.
Kebutuhan akan internet menjadi hal yang sangat lumrah untuk ditemui pada kehidupan masyarakat di era teknologi digital saat ini. Banyak sekali opsi atau cara untuk membuat konfigurasi sistem operasi jaringan pada perangkat komputer. Mikrotik adalah salah satu cara untuk dapat mengembangkan paket layanan internet agar dapat digunakan dalam berbagai perangkat komputer yang tersedia.
Pada artikel kali akan membahas seputar apa itu mikrotik secara lengkap, sejarah, fungsi, jenis, cara kerja, hingga manfaatnya. Sehingga, anda memiliki pengetahuan mengenai dasar dalam pembuatan sistem operasi jaringan di tempat kerja maupun di rumah anda sendiri.
Router Mikrotik ini memiliki kemampuan routing yang dapat menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan serta dapat memilih jalur yang paling optimal menuju ke perangkat komputer atau perangkat lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak yang memilih Mikrotik sebagai routernya.
Pengertian Mikrotik
Apa itu mikrotik? Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis perangkat lunak (software) yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Sistem operasi (OS) tersebut juga menggunakan sistem operasi berbasis Linux dan menjadi dasar network router. OS ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar.
Namun, hingga saat ini masih banyak orang yang salah memahami pengertian dari mikrotik dan router. Jika mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang termasuk dalam golongan open source, maka router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan atau lebih. Jadi, perbedaan yang paling mendasar adalah mikrotik sebagai software dan router berperan menjadi hardware.
Sejarah Mikrotik
Mikrotik sendiri merupakan nama perusahaan kecil yang berkantor di pusat negara Latvia, dan dibentuk oleh John Trully serta Arnis Riekstins. Sekitar tahun 1966, mereka berdua memulai dengan sistem operasi Linux dan MS DOS dan dikombinasikan dengan teknologi berbasis wireless (nirkabel) LAN atau WLAN Aeronet yang berkecepatan hingga 2 Mbps di Moldova.
Dan kemudian melayani sekitar lima pelanggan baru di Latvia. Seiring berjalannya waktu, prinsip dasar dari mikrotik bukan membuat wireless ISP (Internet Service Provider) lagi. Akan tetapi, dapat membuat program router yang andal dan dapat dijalankan di seluruh negara.
Fungsi Mikrotik
Setelah mengetahui sejarah singkatnya, selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi – fungsi yang dimiliki oleh mikrotik.
1. Memberikan Sistem Otentikasi
Fungsi mikrotik yang pertama, dipergunakan untuk membantu dalam memblokir situs yang mengandung konten yang dilarang tegas oleh undang – undang. Sehingga, program ini sangat mendukung untuk terciptanya internet positif sebagai langkah awal dalam mengurangi konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Konfigurasi Jaringan Lokal
Dengan menggunakan mikrotik, mampu untuk mengatur dan mengkonfigurasi LAN (Local Area Network) yang menggunakan PC Mikrotik Router OS dan hardware yang berspesifikasi lebih rendah.
3. Untuk Pengelolaan Sistem Jaringan Internet
Fungsi yang ketiga adalah untuk jaringan internet secara lebih terpusat sehingga, administrator dapat melakukan pengelolaan dan manajemen data dengan lebih baik lagi.
4. Berperan sebagai Hotspot
Fungi yang keempat, juga berperan sebagai hotspot, dimana akan sangat mudah untuk melakukan konfigurasi dan membagi bandwidth bagi setiap jaringan komputer. Selain itu, juga memiliki tugas untuk memisahkan bandwidth traffic (lalu lintas) data internasional dan lokal.
5. Pembuatan PPPoE Server
Dan fungsi yang terakhir yaitu, digunakan untuk perangkat dalam pembuatan sebuah PPPoE Servers.
Jenis-Jenis Mikrotik
Setelah mengetahui setiap fungsi yang dimiliki oleh mikrotik, berikutnya masuk pada topik pembahasan mengenai jenis dari perangkat lunak berbasis sistem operasi jaringan ini yang terbagi menjadi dua jenis utama.
1. Mikrotik RouterOS
Jenis yang pertama adalah mikrotik RouterOS, dimana sistem operasi yang dipakai berbasis UNIX dan memiliki kelebihan dan juga menyediakan fitur mulai dari paket router, bridge, firewall, proxy server, hotspot dan lain sebagainya. Cukup dengan menggunakan sebuah Operating System (OS) saja, anda sudah dapat dan mampu untuk membangun router sendiri.
2. RouterBoard

Jika sebelumnya, RouterOS memanfaatkan sistem operasi perangkat lunak, maka RouterBoard merupakan perangkat keras (hardware) yang dikembangkan oleh perusahaan Mikrotik. RouterBoard berukuran sangat kecil dan lebih praktis, kemudian anda juga dapat melakukan proses instalasi RouterOS pada RouterBoard yang telah terkonfigurasi dengan baik.
RouterBoard terdiri dari sebuah processor, ROM, RAM, dan flash memory. Yang mana, harga di pasaran tidak terlalu mahal. Harga dari mikrotik jenis Routerboard sendiri rata – rata sekitar 600 – 800 ribu rupiah saja untuk pembelian perangkat RouterBoard.
3. MikroTik CHR
Penggunaan CHR ini dapat mengelola jaringan tanpa harus menyediakan perangkat sendiri.
Jenis ini tidak memerlukan lisensi sehingga Anda dapat menggunakannya dengan gratis. Namun, kecepatan dari jenis ini dibatasi hanya 1MB/s per PVS.
Fitur dalam MikroTik
Dalam menjalankan sistem ini, fitur-fitur mikrotik sangat berfungsi untuk digunakan. Berikut ini adalah fitur dalam sistem operasi ini.
- Address List yang berfungsi untuk mengelompokkan IP address berdasarkan nama
- Asynchronous berfungsi sebagai pendukung serial PPP dial-in atau dial out
- Bonding mendukung pengombinasian beberapa interface ethernet ke dalam satu pipa
- Bridge mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, dan bridging firewalling
- Data Rate Management berfungsi untuk menggunakan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO, queue, CIR, MIR, dan limit peer to peer
- Firewall dan NAT dapat mendukung penyaringan koneksi peer to peer, source NAT, dan destination NAT
- Hotspot mendukung limit data, SSL, dan HTTPS
- M3P digunakan untuk wireless links dan ethernet
- Proxy dapat mendukung protokol SOCKS, parent proxy, static DNS.
- WinBox adalah aplikasi untuk remote dan mengonfigurasi sistem ini sendiri.
- Routing adalah fitur yang terdiri dari routing statik dan dinamik.
Cara Setting Mikrotik yang Benar
Berikut ini, kami akan menjelaskan secara singkat dan padat mengenai bagaimana proses untuk menghubungkan mikrotik dengan jaringan internet. Pertama, anda harus tahu cara melakukan konfigurasi mikrotik terlebih dahulu dengan memperhatikan beberapa hal seperti, IP Address, default route, NAT Masquerade, DNS Server, DHCP Server, dan Bridging.
Setiap proses tersebut dilakukan dengan berurutan, mulai dari mengatur IP Address pada interface (antarmuka) yang terhubung dengan jaringan ISP. Setelah itu, anda dapat memasukkan IP dan coba lakukan test PING pada gateway atau alamat IP dari ISP.
Caranya sangat mudah, yaitu membuka sebuah menu terminal dan masuk pada mode CLI (Command Line Interface). Kemudian, anda dapat melakukan test PING kembali dan masukkan IP Address -nya. Langkah selanjutnya, melakukan konfigurasi pada default route dengan gateway alamat IP. Anda dapat membuka kembali terminal untuk menguji koneksi internet dan coba atur DNS Server dari Google.
Langkah yang terakhir, anda dapat mengetikkan alamat IP dan centang checkbox yang bertuliskan “Allow”. Dan anda juga dapat menguji kembali dengan melakukan test PING kembali pada seluruh URL yang ada.
Manfaat Mikrotik
Pada pokok bahasan yang terakhir, kami akan menjelaskan terkait dengan manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari penggunaan OS ini untuk membangun sistem administrasi jaringan secara virtual dengan efektif dan efisien.
1. Sebagai Internet Gateway pada Jaringan Lokal
Pertama, perangkat lunak ini dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan lokal (LAN) dengan internet. Router mikrotik juga berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas data yang masuk maupun keluar. Selain itu juga memiliki tugas sebagai pengatur konten dari internet yang dapat diakses oleh client (pengguna).
2. Penghubung Antar Jaringan (Routing)
Routing sendiri merupakan fitur utama yang dipunyai oleh mikrotik. Fungsi dari penerapan routing adalah untuk menghubungkan beberapa jaringan serta menentukan jalur terbaik dan tercepat untuk sampai pada alamat perangkat komputer yang dituju.
3. Sebagai Access Point
Mikrotik juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung antarmuka berbasis wireless dan berfungsi sebagai Access Point pada jaringan WIFI (Wireless Fidelity). Contoh penerapannya dapat anda temui pada jaringan publik lokal seperti kantin, cafe, sekolah, kampus, hingga jaringan publik yang lainnya.
Kelebihan MikroTik
Berikut ini kelebihan MikroTik adalah:
- Harganya lumayan terjangkau apabila dibandingkan dengan router lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya lagi
- Fitur beragam dari sistem ini, yaitu pengelompokan IP address, DHCP, firewall, hotspot, monitoring traffic, VLAN, VoIP, dan sebagainya
- Sistem ini tidak membutuhkan sumber daya yang besar karena dapat bekerja dengan RAM 32MB dan ruang penyimpanan 64MB
- Tersedia berbagai pilihan jenis, yaitu RouterOS dan RouterBOARD serta CHR pada VPS
- Terdapat banyak protokol keamanan yang tersedia, yaitu NTP, SNMP, PPTP, dan PPoE
Kekurangan MikroTik
Kekurangan dari MikroTik adalah:
- Skalabilitas dari sistem ini kurang karena hanya mampu menangani jaringan dengan skala kecil hingga sedang
- Layanan dari customer support sistem ini lama karena perlu menunggu hingga tiga hari kerja
Itulah informasi lengkap mengenai mikrotik. Ternyata banyak sekali fungsi dan manfaat mikrotik itu. Simak informasi menarik lainnya di artikel kami selanjutnya ya.
Access Point (AP)
Access point menjadi teknologi jaringan nirkabel yang telah mengubah cara kita terhubung dengan internet dan sumber daya jaringan.

Access Point merupakan salah satu inovasi dalam teknologi jaringan nirkabel yang memfasilitasi konektivitas nirkabel di berbagai lingkungan, salah satunya dalam lingkungan bisnis yang kompleks. Artikel ini akan membahas pengertian, fungsi, dan jenis Access Point dalam menyediakan akses internet nirkabel. Selain itu, kita akan menjelajahi alasan pentingnya memonitoring Access Point yang menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja dan keamanan jaringan nirkabel yang efisien.
Apa itu Access Point?
Pengertian Access Point adalah perangkat jaringan yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan perangkat berkemampuan nirkabel dengan jaringan kabel (internet). Access point menciptakan jaringan area lokal nirkabel atau WLAN yang pada umumnya digunakan pada area kantor atau gedung area besar.
Cara kerja Access Point adalah dengan terhubung ke router nirkabel, switch, atau Hub melalui kabel Ethernet dan memproyeksikan sinyal Wi-Fi ke area yang ditentukan. Ketika perangkat nirkabel, seperti laptop atau smartphone, mencari jaringan Wi-Fi yang tersedia, access point ini akan mendeteksi sinyal tersebut dan memungkinkan perangkat tersebut terhubung ke jaringan dengan aman.
Fungsi Access Point
Berikut beberapa fungsi access point yang harus kamu ketahui:
1 .Menghubungkan perangkat nirkabel ke jaringan kabel
Access Point berfungsi menghubungkan perangkat nirkabel seperti laptop, smartphone, atau tablet ke jaringan kabel guna mengakses sumber daya jaringan seperti internet.
2. Memiliki peran sebagai DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol
Access Point memiliki kemampuan untuk secara otomatis memberikan IP address untuk sebuah perangkat yang akan terhubung.
3. Meningkatkan jangkauan dan kapasitas jaringan
Access Point dapat digunakan untuk memperluas cakupan jaringan nirkabel dengan menambahkannya ke jaringan agar mencakup area yang lebih luas. Selain itu, Access Point juga bisa meningkatkan kapasitas jaringan ketika banyak perangkat yang terhubung ke jaringan secara bersamaan.
4. Menyediakan otentikasi dan enkripsi
Access Point dapat digunakan untuk menyediakan otentikasi dan enkripsi, sehingga hanya perangkat yang sah yang dapat terhubung ke jaringan. Ini penting untuk menjaga keamanan jaringan Wi-Fi.
5. Meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal
Dengan menggunakan beberapa Access Point yang cerdas, kamu dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal nirkabel, terutama dalam jaringan Wi-Fi yang padat.
Jenis-Jenis Access Point
Mengutip dari ComputerNetworkingNotes, kita dapat membagi access point ke dalam tiga jenis berdasarkan fungsinya:
1. Access Point Mandiri (Standalone Access Point)
Access Point mandiri biasanya dapat ditemukan di perusahaan komersial. Dalam pengaturan jaringannya, access point mandiri tidak dikelola melalui kontrol pusat. Access point jenis ini dapat bekerja secara mandiri dan mengarahkan lalu lintas ke gateway internet terdekat atau secara langsung ke internet, memberikan fungsionalitas yang sama dalam jaringan nirkabel yang disediakan oleh Switch atau Hub di jaringan kabel.
2. Access Point Multifungsi (Multifunction Access Point)
Access Point multifungsi adalah kombinasi dua perangkat atau lebih. Access point multifungsi menggabungkan perangkat access point, switch Ethernet, dan router. Fungsionalitas dibentuk antara perangkat yang digabungkan dengan access point guna menyediakan fungsionalitas tambahan ke access point.
3. Access Point Terkendali (Controlled Access Point)
Access Point terkendali adalah perangkat yang dikontrol melalui kontroler jaringan (network controller) dengan konfigurasi terpusat. Dalam konfigurasi ini, kontroler bertanggung jawab atas manajemen, otentikasi, keamanan, pengaturan, dan pemantauan seluruh Access Point dalam jaringan.
Tipe-Tipe Perangkat Access Point
Berikut ini adalah tipe-tipe perangkat Access Point harus kamu ketahui:
1. Access Point Mode
Access Point Mode merupakan perangkat yang bisa digunakan untuk menyambungkan jaringan nirkabel dan kabel, seperti router atau switch. Sistem kerja Access Point ini terhubung melalui kabel Ethernet. Access Point tipe ini, akan sering kita temui di tempat yang menyediakan jaringan berkabel.
2. Repeater Mode
Access Point dalam mode ini berfungsi untuk meningkatkan jangkauan sinyal nirkabel dengan SSID (Service Set IDentifier) yang sama serta menjaga tingkat keamanan yang serupa. Biasanya, mode ini digunakan untuk memperkuat sinyal di lokasi dengan jaringan nirkabel yang sudah ada sehingga memungkinkan sinyal untuk mencapai area yang sebelumnya sulit dijangkau.
3. Client Mode
Access Point dengan tipe client mode biasanya dapat kita temui pada perangkat elektronik yang mempunyai port ethernet, seperti pada PC, laptop, dan sejenisnya.
4. Bridge Mode
Access Point dengan tipe bridge mode, bekerja dengan cara membentuk jaringan independen atau mandiri melalui satu sambungan internet untuk dua kelompok. Perangkat ini juga digunakan untuk mengambil sinyal nirkabel dan mengirimkannya dengan menggunakan SSID yang sama dan kata sandi yang serupa. Jenis Access Point tipe ini umumnya ditemukan di tempat-tempat seperti perumahan, kafe, dan perkantoran yang menyediakan layanan tanpa memerlukan kata sandi.
5. Wireless Router Mode
Access Point dengan tipe wireless router mode memiliki kemampuan untuk membagikan koneksi internet kepada beberapa klien secara bersamaan. Dalam mode ini, hanya ada satu port Wide Area Network (WAN) yang mendukung berbagai jenis koneksi.
Cara Memonitoring Access Point
Secara keseluruhan, Access Point memberikan kemudahan dalam menyediakan jaringan nirkabel di berbagai lingkungan. Penggunaan perangkat Access Point di lingkungan perusahaan harus selalu dipastikan optimal agar tidak mengalami kendala saat sedang terhubung ke jaringan. Solusi menjaga perangkat Access Point tetap optimal adalah dengan menggunakan alat monitoring jaringan.
Kami merekomendasikan Netmonk Prime, sebagai alat monitoring jaringan yang dapat kamu andalkan. Netmonk Prime dengan modul monitoring jaringannya dapat memonitor berbagai perangkat jaringan termasuk perangkat Access Point. Keunggulan dari Netmonk Prime adalah memonitoring secara real-time, notifikasi proaktif, dan laporan yang dapat diunduh dalam format PDF. Sangat membantu tim IT perusahaanmu, bukan? Yuk, gunakan monitoring jaringan sekarang!
Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)
| Gambar 426 Jaringan Wireless |
1. Konsep Dasar Jaringan Wireless
Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.
1.1 Karakteristik Jaringan Wireless
- Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
- Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
- Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
- Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).
1.2 Komponen Utama
- Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
- Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
- Antena – omnidirectional atau directional.
- Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
- Repeater/Bridge – memperluas jangkauan
1.3 Frekuensi Umum
- 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
- 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
- 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.
2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)
Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:
- Menghubungkan dua gedung
- Backbone antar tower
- Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh
2.1 Ciri-Ciri PtP
- Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
- Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
- Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
- Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.
2.2 Cara Kerja PtP (Flow)
- Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
- Titik B mengarah tepat ke titik A.
- Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
- Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.
2.3 Kelebihan PtP
- Stabil dan cepat
- Noise/interferensi kecil
- Bisa menjangkau jarak jauh
2.4 Kekurangan PtP
- Hanya menghubungkan 1 ke 1
- Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih
3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)
Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.
Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.
3.1 Ciri-Ciri PtMP
- Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
- Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
Menggunakan Antena
Antena Omnidirectional (360°)Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)
- Digunakan untuk:
- Desa internet
- Pemancar internet ke RW/RT
- Kampus / sekolah / kantor skala besar
- CCTV di banyak titik
3.2 Cara Kerja PtMP
- AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
- Banyak client menangkap sinyal dari AP.
- Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
- Semua client berbagi satu kanal frekuensi.
3.3 Kelebihan PtMP
- Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
- Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
- Fleksibel dalam penambahan client.
3.4 Kekurangan PtMP
- Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
- Rentan interferensi jika banyak client.
- Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.
4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP
| Aspek | Point-to-Point | Point-to-Multipoint |
|---|---|---|
Jumlah perangkat | 2 titik | 1 pusat ke banyak titik |
Antena | Directional | Omni / Sector |
Stabilitas | Sangat stabil | Dipengaruhi banyak user |
Jarak | Jauh (hingga puluhan km) | Sedang (1–10 km) |
Kecepatan | Dedicated | Dibagi |
Contoh penggunaan | Gedung A ⇆ Gedung B | Tower pusat → banyak rumah |
Wifi
Semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, secara tidak langsung membuat masyarakat memburu jaringan internet yang cepat dan ...
-
IP Tools TUGAS JARKOM T801 Abid Taqiyudin XI TJKT 1 📘 Konverter Bilangan 🌐 Kalkulator Subnetting ...
-
Wildcard Mask – Artikel Wildcard Mask pada Jaringan Komputer 1. Pengertian Wildcard Mask Wildcard Mask adal...
-
VLSM (Variable Length Subnet Mask) dalam Pengaturan IP Address VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetti...


